*[Enwl-eng] "We need your help to stop the militarism in our homeland"
ENWL
enwl.bellona at gmail.com
Mon Jul 19 19:27:57 MSK 2021
--------------------------------------------------------
Dear Vladimir,
The government of Indonesia is continuing to move
forward with building a military base (KODIM 1810) in the rural area of
Tambrauw West Papua without consultation or permission from the Indigenous
landowners who call this ancestral land their home. More than 90% of
Tambrauw residents are traditional farmers and fishermen who depend on the
land and environment for their survival, and the development of the military
base would increase militarism against community members and threaten their
long-term health and sustainability.
In this email below, local lawyer and resident of
Tambrauw, Yohanis Mambrasar, tells us firsthand what is happening in
Tambrauw and how we can help end the militarism devastating their otherwise
peaceful and safe community:
"My name is Yohanis Mambrasar, I am a lawyer and a
resident of Tambrauw, West Papua. The people of Tambrauw appointed me as
their legal counsel when we began our protest against the construction of a
new military base Kodim in Tambrauw.
"The people of Tambrauw have long experienced
military violence from the TNI (Indonesian National Army). I experienced
military violence first hand in 2012, while my parents experienced TNI
violence in the 1960s-1980s when Papua was designated as a military
operation area.
Yohanis Mambrasar at a rally to stop the
development of a military base in Tambrauw
"In 2008 our homeland was re-zoned and named
Tambrauw Regency. This is when military violence against us began again.
Under Indonesian rule the military is deeply involved in development and
other civilian affairs, to the point of creating policies that regulate and
suppress citizens who are demanding their rights. The involvement of the
military in regulating and limiting civil rights in society frequently leads
to violence against the people. In the last four years alone we have
recorded 31 cases of military violence against civilians in just 5
districts.
"Currently, the TNI and the Government are
planning to build a new military base, the 1810 Tambrauw Kodim, and the TNI
has mobilized hundreds of troops to Tambrauw.
Yohanis Mambrasar
"We, the residents of Tambrauw, do not agree with
the presence of the TNI in Tambrauw. We held a consultation among community
leaders - Traditional Leaders, Church Leaders, Women Leaders, Youth and
Students - and we are united in our rejection of the construction of the
1810 Kodim and all its supporting units. We have even submitted our decision
directly to TNI and the government, but TNI insists on building the Kodim
and its supporting units.
"We don't want any more military violence against
our citizens. We also don't want the presence of the military to facilitate
the arrival of investment in our area that can steal our natural resources
and destroy the forests where we live.
"We Tambrauw people want to live in peace on our
ancestral land. We have a culture of social relations and rules of life that
govern our lives in an orderly and peaceful manner. The culture and rules of
life that we adhere to have proven to create a harmonious and balanced life
for us Tambrauw people and the natural environment in which we live.
"We need your help to stop this militarisation of
our homeland. Please lend your support to help the people of Tambrauw stop
the construction of a new military base, and get the military out of
Tambrauw."
Fef, Tambrauw, West Papua
Yohanis Mambrasar, FIMTCD Collective
All donations made will be split evenly between the
Tambrauw Indigenous community and World BEYOND War to fund our work opposing
military bases. Specific expenses for the community include transportation
of elders coming from distributed remote areas, food, printing and
photocopying of materials, rental of a projector and sound system, and other
overhead costs.
Make it a recurring donation at any monthly level
and from now until the end of August, a generous donor will donate $250
directly to World BEYOND War to help sustain the movement to abolish war
once and for all.
-----------
original text in Indonesian:
Pernyataan Menolak Pembangunan Kodim Di Tambrauw
Nama Saya Yohanis Mambrasar, saya merupakan warga
Tambrauw, Papua Barat. Saya juga berprofesi sebagai Advokat dan ditunjuk
oleh warga Tambrauw sebagai Kuasa Hukum dalam protes warga menolak
pembangunan Kodim di Tambrauw.
Saya dan warga Tambrauw telah lama mengalami
kekersan militer TNI (Tentara Nasional Indonesia). Saya perna mengalami
kekerasan oleh TNI pada Tahun 2012, Sedangkan para orang tua saya telah
mengalami kekerasan TNI pada Tahun 1966-1980-an kala Papua ditetapkan
sebagai daerah operasi militer.
Ketika daerah kami dibentuk menjadi daerah
administrasi pemerintah baru pada Tahun 2008 dalam bentuk Kabupaten
Tambrauw, kekerasan militer terhadap kami kembali terjadi lagi. Pemerintah
mendatangkan militer ke daerah kami dengan dalil untuk mendukung pemerinta
dalam melakukan pembangunan. Dengan dalil ini lah militer dilibatkan dalam
urusan-urusan pembangunan mapun urusan warga, militer pun membuat kebijakan
mengatur warga dan bahkan membatasi warga ketika menuntut hak-haknya,
Keterlibatan militer dalam urusan-urusan pembangunan dan warga dengan
mengatur dan membatasi warga ini lah terjadi kekerasan terhadap warga. Dalam
empat tahun terakhir saja sejak Tahun 2018 sampai saat ini kami mencatat
telah terjadi 31 Kasus kekerasan militer terhadap warga sipil yang terjadi
di 5 Distrik, ini belum terhitung kasus-kasus kekerasan yang terjadi pada
distrik-distrik lainnya.
Saat ini, TNI dan Pemerintah merencanakan
membangun Kodim 1810 Tambrauw, bahkan TNI telah memobilisasi ratusan
pasukannya ke Tambrauw. Kebijakan memobilisasi pasukan TNI ke Tambaruw ini
dilalakuan tanpa adanya kesepakatan dengan kami warga Tambrauw.
Kami warga Tambrauw tidak sepakat dengan kehadiran
TNI di Tambrauw, kami menolak pembangunan Kodim 1810 Tambrauw, bersama
satuan-satuan pendukungnya yaitu Koramil-Koramil, Babinsa-Babinsa dan
SATGAS. Kami telah melakukan musyawara bersama diantara pimpinan-pimpinan
masyarakat : Pimpinan Adat, Pimpinan Gereja, Tokoh-Tokoh Perempuan, Pemuda
dan Mahasiswa, kami telah bersepakat bersama bahwa kami warga menolak
Pembangunan Kodim 1810 dan seluruh satuan pendukungnnya. Kami bahkan telah
menyerahkan keputusan kami dimaksud secara langsung kepada pihak TNI dan
pihak Pemerintah, namun TNI tetap saja memaksakan membangun Kodim dan
satuan-satuan pendukungnya.
Kami warga Tambrauw menolak pembangunan Kodim dan
seluruh satuan pendukungnya karena kami tidak mau terjadi lagi kekerasan
militer terhadap warga Kami, kami juga tidak mau dengan hadirnya militer
dapat menfasilitasi datangnya Investasi didaerah kami yang dapat mencuri
sumber daya alam kami dan merusak hutan tempat kami hidup.
Kami warga Tambrauw ingin hidup damai di atas
tanah leluhur kami, kami memiliki kebudayaan dalam berelasi sosial dan
aturan-aturan hidup yang mengatur hidup kami secara teratur, tertip dan
damai. Kebudayaan dan aturan-aturan hidup yang kami anut selama ini telah
terbukti menciptakan tatanan hidup yang baik dalam kehidupan bermasyarakat
dan menciptakan keseimbangan hidup yang baik bagi kami masyarakat Tambrauw
dan lingkungan alam tempat kami hidup.
Demikian perntayaan ini saya buat, saya mohon
dukungan dari semua pihak agar membantu saya dan warga Tambrauw membatalkan
kebijakan pembangunan Kodim dan kehadiran militer di Tambrauw.
Fef, Kabupaten Tambrauw, 10 Mei 2021
Salam
Yohanis Mambrasar, Kolektif FIMTCD
--------------------------------------------------------
World BEYOND War is a global network of volunteers,
chapters, and affiliated organizations advocating for the abolition of the
institution of war.
Donate to support our people-powered movement for
peace.
Should giant war-profiteering corporations decide
what emails you don't want to read? We don't think so either. So, please
stop our emails from going into "junk" or "spam" by "white listing," marking
as "safe," or filtering to "never send to spam."
World BEYOND War | 513 E Main St #1484 |
Charlottesville, VA 22902 USA
Sent via ActionNetwork.org
From: Yohanis Mambrasar, World BEYOND War
Sent: Monday, July 19, 2021 6:52 PM
Subject: "We need your help to stop the militarism
in our homeland"
With your support, we can help end the militarism in
Tambrauw
-------------- next part --------------
An HTML attachment was scrubbed...
URL: <http://lists.enwl.net.ru/pipermail/enwl-eng/attachments/20210719/a4e342d3/attachment-0001.html>
More information about the Enwl-eng
mailing list